Kamis, 13 Januari 2011

Cara Menganalisa Kerusakan Komputer

Mungkin kita sering dibingungkan dengan kerusakan-kerusakan pada PC yang kita miliki. Sebelum kita berpendapat dan menentukan / menganalisa kerusakan komputer kita dengan pasti kita harus mulai dari yang ringan - ringan dulu. Biasanya kebanyakan orang dengan mudahnya mengucapkan MAINBORD atau PROCESORnya mati, RAMnya mati HARDISKnya mati dan lain sebagainya. Sebaiknya kita teliti dengan benar sebelum kita mengatakan sesuatu. Kalo boleh bilang teori yang ada atau kita peroleh dari Sekolah, tempat kursus ataupun Universitas biasanya cuma mengandalkan teori0teori yang sudah ada dan sering menganalisa dengan menggunakan bunyi BIP pada main bord. Sebenarnya cara itu juga berguna atau memang terkadang benar tapi ketika kita dihadapkan dengan banyak komputer yang diMAINBORDnya tidak ada MIC untuk mendengarkan suara BIP tersebut lantas gimana mengatasinya bingungkan kalo kita cuma mengandalkan teori yang ada karena masalah yang dihadapi dilapangan berbeda dengan teori yang ada.

Berikut langkah - langkah penganalisaan komputer mulai dari 0 (nol) artinya hal yang sering diremehkan/diabaikan oleh para teknisi ataupun seseorang yang merasa jago dalam penanganan komputer.


1. KOMPUTER MATI

~ Langkah pertama kita mulai cek kabel power yang kita pake dulu apakah benar kabel power kita layak dipake karena sering dijumpai kabel power yang mati, ini hal sepela tapi banyakan orang tidak memperhatikan hal ini. Karena kabel power yang rusak/terputus fisik-nya sama saja dalam kata lain tidak ada bedanya dengan kabel power yang normal. Solusi : Cek dengan Volt-meter apakah masih tersambung atau tidak antara listrik yang masuk dengan listrik yang akan diterima. Tapi cara cepatnya ya tinggal cek dengan kabel power yang lain beli cuma 5.000 saja selain itu biasanya setiap komputer terdapat 2 kabel power satu untu PC dan yang satu untuk MONITOR dan jarang sekali dalam waktu yang bersamaan kabel power mati semua.


~ Langkah kedua setelah dirasa kabel power normal kita menuju ke POWER-SUPPLY mungkin bagi orang teknisi komputer hal ini tidak asing lagi cara pengecekannya yaitu kita tinggal jemper aja kabel WARNA HITAM (kabel hitam bebas mana saja) dengan kabel WARNA HIJA (cuma terdapat 1 kabel warna hijau) apakah kipas pada POWER-SUPPLY berputar atau tidak.

@Jika berputar berarti normal tapi belum tentu power supply itu normal 100% karena dikatakan power supply normal tidak hanya kipas berputar saja melainkan tegangan yang dikeluarkan mampu untuk mengankat/mensupply listrik yang kita butuhkan di PC atau tidak. Karena kipas berputar hanya sebuah indikatar kalau mainbord/komponen POWER -SUPPLY normal bisa menerima listrik saja. Karena kasus yang saya alami sekarang power POWER-SUPPLY bisa mengeluarkan tegangan (Nyala) tapi ketika saya gunakan untuk Istal-Ulang / saya hubungkan ke komponen pada PC- ternyata saya nyalakan tidak dapat bertahan lama (nyala bentar trus mati) ada juga yang sama sekali tidak dapat mengankat MAINBORD-PROCESOR-HARDISK-CD-ROM secara bersamaan hal ini biasanya POWER-SUPPLY lemah untuk mengatasi cara cepatnya coba/beli POWER-SUPPLY baru. Karena setelah saya hitung-hitung beli POWER-SUPPLY bekas (normal) dengan Service POWER-SUPPLY tidak jauh berbeda terkadang lebih mahal servicenya.

@Jika kipas tidak berputar berarti tidak normal tapi belum tentu POWER-SUPPLY mati atau tidak normal mungkin/kemungkinan kipas pada POWER-SUPPLY mati. cara memastikan yaitu dengan kipas CASING yang biasaya PC sekarang sudah ada, lebih jelasnya lihat gambar dibawah. Jika kita cek seperti gambar kipas tidak mau berputar berarti POWER-SUPPLY benar-benar mati/rusak tapi dengan catatan kipas yang untuk mengecek harus normal. Solusi ganti power supply baru/secon yang penting normal.

Tambahan : Jika kita menggunakan/ memiliih POWER-SUPPLY harus teliti lebih baik gunakan yang bagus sekalian harga mahal tapi tidak jadi masalah yang penting tidak mempengaruhi kinerja pada PC-kita karena pemilihan POWER-SUPPLY yang sembarangan/asal murah aja bisa berakibat vatal seperti PC-yang baru saya service sekarang. User-saya memilih POWER-SUPPLY yang asal-asalan atau mungkin dia juga tidak tau karena dia membeli PC sudah 1 paket jadi ya begitulah resikonya. Sekarang PC-nya masih ditempat saya dengan kondisi rusak total HARDISK-MAINBORD-PROCESOR tidak ada yang normal POWER-SUPPLYnya juga tidak normal tidak dapat mengeluarkan listrik secara normal sehingga tidak dapat untuk mengankat komponen yang ada. Walaupun masalah ini 101 maksutnya jarang tapi jika itu menimpa anda gimana?? lebih baik mencegah dari pada menyesal dikemudian hari ini cuma saran saja.


~ Langkah ke-tiga jika kabel POWER dan POWER-SUPPLY normal cek RAMnya biasanya terdengar suara BIP tapi jika tidak ada BIPnya Lepas saja ramnya bersihkan dengan KARET-PENGHAPUS bagian ujung RAM kemudian taruh lagi/pasang kembali jika anda tidak yakin coba RAM tersebut di-komputer lain yang sejenis dengan RAM-kita. Karena RAM-MATI_TOTAL sangat jarang walaupun banyak orang bilang sering ganti RAM karena mati tapi belu tentu mati itu kemungkinan lemah saja, RAM yang mati dapat kita perbaiki walaupun 101 maksutnya jika kita mempunyai 10 RAM yang mati mungkin 1-5 RAM tersebut masih dapat kita perbaiki dengan cara:

1. Bersihkan dengan karet penghapus

2. Jemur di bawah terik matahari sebelum dijemur kasih dulu GONDORUKEM yang cair

3. Setelah dijemur kira-kira 1-2jam bersihkan RAM dengan Tiner A kemudian pasang kembali atau dicoba kembali ke-PC

Jika diatas tidak berhasil langkah yang dirasa cukup membantu saya selama ini adalah :

Kita panasi dengan blower kalo belum tau bentuk blower search aja di GOOGLE sebelum kita panasi kita kasi GONDORUKEM yang bagus yang cair jangan yang balokan seperti batu kita panasi dengan panas yang sedang 4,5 angin 5,5 atau disesuikan dengan kebutuhan kita. setelah selesai bersihkan dengan Tiner A kemudian pasang di-PC anda.

Jika langkah-langkah terakir tidak bisa kumpulkan RAM anda sampai 1 kg nanti saya beli /kg saya cuma berani beli 30.000ribu saja.


~Langkah ke-empat cek VGA langkah-langkah mengecek VGA sama dengan langkah-langkah mengecek RAM solusinya juga sama (ini berlaku jika VGA kita VGA-card jika VGA kita on-bord maka jarang mengalami kerusakan mungkin saya sendiri sudah ratusan komputer yang saya kerjakan belum pernah menjumpai kerusakan VGA on-bord) jika anda pernah mengalami atau pernah menjumpai tinggal ganti VGA-card saja.

~Langkah ke-lima cek C-MOS mungkin ini sering diabaikan oleh para teknisi pemula, karena tidak banyak teori-teori dalam TROUBLESHOOTING tidak banyak atau mungkin tidak ada sama sekali teori yang menyangkut pautkan kerusakan komputer dengan C-MOS.

Baterai Bukan Hal Sepele!

Baterai Cmos adalah salah satu bagian penting dari komputer.

Sering kita melupakan arti sebuah baterai Cmos bahkan banyak dari kita tidak tahu sama sekali fungsi baterai Cmos.

'Ketidak pedulian' kita terhadap baterai Cmos, seringkali melupakan kita pada beberapa masalah yang terjadi akibat baterai Cmos.

Dan kita disibukan dengan mencari penyebab lain padahal penyebabnya adalah hal 'sepele'; yaitu baterai Cmos tadi!

Apakah baterai Cmos itu?

Baterai Cmos adalah baterai dengan voltase sekitar 12 Volt dan berdiameter sekitar 1,5cm (pada umumnya,

untuk baterai PC) pada laptop, diameter dan bentuknya bisa berbeda. Baterai Cmos digunakan untuk menyimpan setting pada Cmos

(sebuah IC program pada komputer) atau biasa disebut juga Bios.

Itulah sebabnya mengapa tanggal dan jam di komputer anda tetap berjalan meskipun komputer dimatikan, ya..

karena baterai Cmos. Baterai Cmos merupakan baterai recharger yang akan di 'charge' kembali disaat komputer menyala.

Kerusakan pada baterai Cmos

Baterai Cmos biasanya bisa bertahan lama (kurang lebih 5 tahun) dengan syarat komputer anda sering dipakai sehingga baterai tetap bisa terus di

'charge' ulang oleh komputer. Biasanya komputer yang tidak dipakai lama atau 'nganggur'

berbulan-bulan mengakibatkan baterai Cmos akan habis dayanya diserap untuk kebutuhan Cmos/Bios.

Kerusakan kedua biasanya diakibatkan buruknya kualitas baterai.

Dan sayangnya baterai Cmos yang beredar di pasaran memang baterai Cmos dengan kualitas

'seadanya' dengan harga bervariasi antara Rp. 3000 sampai Rp. 5000. Bahkan untuk pembelian partai, harga baterai Cmos tak lebih dari Rp. 700 per baterai.

Akibat yang ditimbulkan dari 'kerusakan' baterai Cmos

1. Komputer tidak menyimpan tanggal, bulan dan tahun. Dan tentu saja, settingan yang kita buat di Cmos atau Bios akan berubah ke posisi 'default',

akibatnya komputer akan selalu meminta untuk men-setup ulang dengan perintah-perintah seperti Press Del to Setup,

atau Press F1 to Continue atau perintah-perintah lain semacamnya. Sangat mengganggu bukan?

2. Bila baterai tidak menyimpan tanggal bulan dan tahun, maka di beberapa situs terutama Facebook maka akan timbul peringatan

keamanan dan situs yang anda masuki dianggap berbahaya (untrust site)! Mengganggu juga bukan?

3. Banyak terjadi, walaupun tidak sering, baterai-baterai Cmos menyebabkan komputer tidak bisa hidup!

Atau bisa hidup sebentar lalu nge 'hang' kemudian tidak bisa dihidupkan kembali,

lalu dibutuhkan waktu beberapa jam untuk bisa hidup kemudian mati kembali. Bahkan pada laptop,

baterai Cmos sering bocor. Dan bocoran itu menetes pada Mainboard yang mengakibatkan konslet pada board laptop.

4. Sebaliknya, kesalahan setting yang terjadi pada Bios atau Cmos pun yang mengakibatkan komputer tidak hidup disimpan oleh baterai,

sehingga komputer tetap tidak bisa hidup.

Untrusted Connection; Salah satu akibat tidak berjalannya tanggal, bulan dan tahun karena kerusakan baterai Cmos:

Untuk menanggulanginya, tentu saja lakukan penggantian baterai.

Pilih baterai yang cukup baik untuk menjamin baterai akan tetap bertahan lama dan tidak mengakibatkan kerusakan pada komputer.

Pada kasus tertentu, yaitu disaat komputer anda tidak menyala, lakukan reset motherboard yang dikenal dengan istilah clear Cmos.

Clear Cmos ini digunakan untuk mengembalikan posisi setting bios ke posisi defaulti akibat kesalahan setting maupun sebab lain.


~Langkah ke-enam cek Hardisk

Suatu saat Anda mendapati Harddisk Anda tidak terdeteksi oleh BIOS, padahal Anda tidak mengubah kedudukan harddisk, Anda tidak mencopot atau mengubah posisi kabel IDE dan kabel power yang terpasang pada harddisk. Bahkan Anda tidak membuka casing PC Anda untuk mengotak-atik komponen yang terpasang.

Perlu diketahui, kerusakan pada harddisk terjadi tidak harus melalui benturan keras atau kontak langsung dengan komponen yang membuat kerusakan fisik pada harddisk. Berikut beberapa penyebab kerusakan harddisk:

Musuh Utama Komputer Adalah PANAS

Faktor suhu sering kali ditemui pada PC yang sirkulasi udara didalam casing CPU kurang bagus, ini akan berakibat buruk pada umur dari komponen dari komputer Anda. Harddisk adalah salah satu komponen yang sangat sensitive terhadap suhu yang extreme. Jika panas harddisk sangat tinggi, pembacaan data pada harddisk akan kacau. Jika ini berlangsung lama, umur harddisk akan menjadi pendek.

Untuk mengurangi resiko kerusakan pada harddisk karena perbedaan suhu, tindakan yang dapat anda lakukan adalah:

* Jangan menutup lubang udara yang terdapat pada casing CPU. Anda dapat menambahkan Fan Cassing, atur sirkulasi udara didalam casing CPU dengan benar.
* Anda dapat memasang Fan Harddisk yang dengan mudah dapat anda cari di toko komputer.

Guncangan Ketika Harddisk On

Ketika harddisk dalam keadaan off, goncangan pada harddisk akan berakibat pada kerusakan fisik, kita dapat mengurangi resiko dengan membungkus harddisk dengan kain atau spon yang lembut dan tebal.

Jika guncangan terjadi saat harddisk dalam keadaan On atau ketika harddisk bekerja, kerusakan akan berakibat sangat fatal. Guncangan tersebut membuat head harddisk bagian-bagian magnetic disk. Padahal, disk tersebut berputar sangat cepat. Akibatnya, jalur pada FAT atau directory akan rusak. Kenapa jalur pada FAT atau directory yang rusak? Karena keduanya merupakan bagian rawan yang sangat peka terhadap gunjangan.

Komponen Harddisk Rusak

Walaupun kekuatan komponen-komponen pada harddisk sangat tergantung pada kulitas pabrikan, tetapi cara penggunaan atau pemakaian harddisk merupakan hal yang paling berpengaruh pada umur komponen-komponen harddisk. Misalnya, pada saat memakai harddisk kita tidak melakukan procedure parkir sebelum mematikan PC, sehingga posisi head berada di posisi sembarang. Jika head berhenti dan menyentuh permukaan disk tempat data atau system disimpan, bisa dipastikan lapisan magnet penyimpan data tersebut akan rusak.

Sekali lagi, musuh utama pada komputer adalah panas, penggunaan harddisk secara terus menerus akan menimbulkan panas yang berlebihan pada harddisk itu sendiri, sehingga komponen-komponen yang terdapat pada harddisk akan lebih cepat rusak. Jadi, gunakan prosedur penggunaan PC dengan benar agar PC Anda beserta komponen yang terpasang akan dapat digunakan lebih lama.

Memperbaiki harddisk yang bad Sector

Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :

* Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
* Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
* Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
* Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
* Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.

Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.

* Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
* Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
* Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.

Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.

Tujuan

* Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
* Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.

Tahapan 1

Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.

Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.

Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.

Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk

Tahapan 2

Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :

a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).

b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.


Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :


c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.


Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.


d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.

e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.


F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.


G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.

Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.

Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.

Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.


_________untuk mainbor dan procesor tunggu artikel selanjutnya_______________